Sabtu, 08 September 2018

527 instansi daerah dan 76 kementerian/lembaga akan dibuka mulai 19 September 2018. Terdapat 238.015 formasi CPNS yang didominasi guru, dosen, dan tenaga kesehatan. Bagi para calon pelamar CPNS masih punya banyak waktu untuk menyiapkan diri mengikuti proses seleksi.
Pengumuman CPNS

Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Mudzakir menyampaikan, pelamar yang ingin lulus dalam mengikuti seleksi CPNS 2018 mesti mengetahui juga PermenPAN-RB Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Nilai Ambang Batas SKD CPNS Tahun 2018.

"Yang dimaksud nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi CPNS," ujar Mudzakir yang dihubungi, Sabtu (8/9).

Beliau menjelaskan, dalam Pasal 2 PermenPAN-RB Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018, dinyatakan SKD CPNS meliputi Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).(baca juga : Kesalahan Paling Sering Terjadi pada Saat Pendaftaran CPNS di Situs SCNN BKN)

"Jika Anda ingin lulus maka hasil harus sama atau melampaui nilai ambang batas yang telah ditentukan untuk ketiga jenis tes tersebut," ucapnya.

Selanjutnya pada pasal 3 PermenPAN-RB 37/2018 dipaparkan, nilai ambang batas SKD CPNS untuk TKP sebesar 143, TIU 80, dan TWK 75.

"Jadi totalnya minimal 298 baru lolos SKD. Namun, yang dilihat bukan hanya nilai akumulatifnya. Walaupun nilai totalnya di atas 298 tapi bila di antara tes itu ada yang nilainya di bawah passing grade misalnya TIU-nya hanya 75, pelamar tidak lolos SKD. Syarat lolos harus tiga-tiganya lampaui passing grade," terangnya.

Sedangkan bagi peserta yang mendaftar pada jenis formasi khusus, nilai kumulatif SKD putra/putri lulusan terbaik berpredikat dengan pujian (Cum laude) dan Diaspora paling sedikit 298, dengan nilai TIU paling rendah 85.(baca juga info cpns lainnya)

Nilai kumulatif SKD bagi penyandang disabilitas paling sedikit 260, dengan nilai TIU serendah-rendahnya 70. Sedangkan nilai kumulatif bagi putra/putra Papua dan Papua Barat paling sedikit 260 dengan nilai TIU paling sedikit 60.(baca juga : Hati-hati Penipuan Tes CPNS di Tahun 2018)

Sementara nilai kumulatif SKD bagi guru, tenaga medis/paramedis dari eks tenaga honorer K2 paling sedikit 260 dengan nilai TIU paling sedikit 60. Dan nilai terendah dari peserta seleksi CPNS olahragawan berprestasi internasional merupakan nilai ambang batas hasil SKD.(baca juga : Siaran Pers Penerimaan CPNS 2018 | 15 September 2019 SSCN BKN Sudah Bisa dibuka)

“Jadi kalau guru honorer K2 ingin jadi CPNS, maka harus memiliki nilai SKD paling sedikit 260 dengan nilai TIU paling sedikit 60," tandasnya.
Lebih lengkap tercantum dalam Permenpanrb nomor 37 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan CPNS 2018.

Lebih lengkap tercantum dalam Permenpanrb nomor 36 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018

Jumat, 07 September 2018

Siaran Pers ini infoptk dapatkan dari twitter resmi @BKNgoid alias twitter resmi milik BKN berikut ininya :

twitter bkn


[SIARAN PERS]
Nomor: 021/RILIS/BKN/IX/2018

Penerimaan CPNS 2018 Dibuka, 19 September 2018, Portal SSCN BKN Siap Diakses Pelamar Melalui siaran pers ini kami sampaikan bahwa penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018 resmi dibuka. Pada Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Hotel Bidakara Jakarta pagi ini Kamis, (6/9/2018) telah disampaikan bahwa pendaftaran akan dibuka 19 September 2018. Total formasi yang tersedia untuk diperebutkan oleh pelamar berjumlah 238.015 yang terdiri dari 51.271 Instansi Pusat (76 Kementerian/lembaga) dan 186.744 (525 Instansi Daerah).

Kepala BKN Bima Haria Wibisana selaku Ketua Pelaksana Seleksi Nasional CPNS menyampaikan bahwa sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh Instansi. Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Lebih rinci Kepala BKN menguraikan bahwa BKN mengantisipasi dengan jumlah peserta seleksi yang bisa mencapai 5 hingga 6 Juta orang dan total pelamar akan melampaui total peserta. Berdasarkan review seleksi CPNS 2017, kesulitan update data Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) menjadi kendala terbanyak pelamar. Perihal itu BKN berharap sistem dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga siap.
Selanjutnya untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018 hingga saat ini direncanakan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah. Untuk update persiapan pendaftaran CPNS 2018, tim SSCN BKN dan admin masing-masing Instansi sedang menginput seluruh formasi.

Dengan demikian web sscn.bkn.go.id akan difungsikan setelah semua K/L/D memasukkan formasi dan persyaratan pelamaran. Proses ini akan memakan waktu sampai dengan 18 September 2018.

Perihal syarat administrasi pendaftaran, Kepala BKN mengimbau seluruh Instansi penerima CPNS 2018 agar memberikan persyaratan yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat pelamar. Persyaratan seperti akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus disesuaikan dengan indeks prestasi di wilayah masing-masing.(baca juga : Pelamar Mesti Memahami Persyaratan Tes CPNS 2018 Jalur Umum dan Honorer K2)


Jakarta, 6 September 2018
Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN,
Ttd
Mohammad Ridwan

Jl. Mayjend Sutoyo No. 12 Jakarta Timur 13640 Telp 021-80882815, Fax. 021-80882815
Web: www.bkn.go.id  Email: humas@bkn.go.id Twitter: @BKNgoid  Facebook: BKNgoid  Instagram: @BKNgoidofficial


download file pdf 
(pass : www.infoptk.com)

menpan rb
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin menhimbau masyarakat jangan percaya jika ada tawaran untuk membantu melolos calon peserta tes CPNS yang menjamin bisa meloloskan seleksi CPNS tahun 2018 ini.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap seseorang yang menjanjikan dapat masuk menjadi CPNS.

“Jangan percaya kalau ada pihak-pihak yang menawarkan jasa bisa meluluskan seseorang dengan imbalan sejumlah uang,” kata Syafruddin dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Syafruddin memastikan, seorang hanya bisa menjadi PNS apabila lolos seleksi. Ia menjelaskan, ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Proses pendaftaran akan dibuka pada minggu kedua bulan September ini.

Syafruddin meminta masyarakat terus memantau informasi mengenai rekrutmen CPNS ini melalui situs Kementerian PANRB yakni menpan.go.id dan situs BKN melalui sscn.bkn.go.id.

"Bukan dari sumber lain," ujarnya.

Ada 238.015 lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tersedia untuk diperebutkan oleh pelamar pada tahun 2018 ini.

Rinciannya, 51.271 untuk instansi pusat dan 186.744 untuk instansi daerah. CPNS yang terpilih untuk instansi pusat nantinya akan ditempatkan di 76 kementerian/lembaga (K/L).

Sementara untuk CPNS di instansi daerah ditempatkan di 525 pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota.

berita cpns lainnya klik disini

Sabtu, 01 September 2018

Kurikulum 2013
Pemisahan matematika terhadap tematik berdampak besar terhadap perangkat mengajar guru yang selama ini digunakan beberapa tahun belakang, tema berkaitan erat dengang seluruh komponen promes dan pemetaan kd yang include.

Berikut adalah contoh Prota Matematika kelas 5 dan Promes Matematika yang telah di revisi sesuai dengan revisi kurikulum 2013 terbaru.

Revisi Prota KD Matematika Kelas 5 2018
Revisi Promes Matematika Kelas 5 2018

Sebagian Harapan Honorer K2 akan segera terwujud pada tahun 2018 jika apa yang dikatakan oleh Kepala Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kantor Regional Palembang, Ratu Dewa : Honorer K2 (kategori dua) yang memenuhi persyaratan mengikuti tes CPNS 2018, akan mendapatkan prioritas.
tes jalur honorer

Tes CPNS direncanakan akan menjadi dua pintu yaitu tes honorer k2 yang memenuhi syarat seleksi dan Tes CPNS umum yang terpisah, sehingga honorer tidak akan bersaing dengan umum untuk memperebutkan kuota CPNS. Karena kuota umum dan honorer tersedia masing-masing jalur.

Permaslahan hanya masih terdapat pada umur honorer k2 yang harus maksimal 35 tahun sesuai dengan UU ASN. Aturan umur maksimal 35 tahun inilah yang di permaslahkan oleh honorer k2 karena tidak bisa mengakomodir honorer k2 yang berusia lebih dari 35 tahun pada hal mereka sudah mengabdikan diri belasan tahun tahun lamanya.

“Jadi saat penerimaan CPNS nanti, ada namanya tes umum dan khusus. Peserta umum ikut seleksi umum, honorer K2 bisa ikut tes khusus. Tapi syaratnya umur mereka harus di bawah 35 tahun terhitung 1 Agustus,” ungkapnya seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).

Namanya tes khusus, tentu mendapat keringanan. “Tes khusus ini hanya tes kemampuan dasar (TKD) dan lebih mudah dari mengikuti tes umum. Skala kesulitannya lebih rendah, dan juga lebih diprioritaskan,” katanya.(baca juga : Menpan RB yang Baru Dianggap Lebih Responsif, Mengayomi Serta Bersedia Audensi dengan Honorer)

Kalau peserta umum ikut tes kemampuan dasar, dan tes-tes lain misalnya kesehatan dan wawancara. Untuk honorer ini, lanjut Dewa, pihaknya awalnya mengusulkan 698 orang khusus K2 guru dan tenaga teknis kesehatan.

“Tapi setelah kita verifikasi yang bisa ikut tes khusus CPNS hanya 21 guru. Untuk tenaga teknis kesehatan sudah semua jadi CPNS,” jelasnya.

Mereka yang memenuhi syarat tes khusus ini yakni sudah mengabdi puluhan tahun, status K2, pendidikan S1, dan usia di bawah 35 tahun.(Baca tentang honorer lainnya)

Popular Posts